Hikmah dan muslim yang bergama
Hikmah adalah hasil disiplin atau usaha yang dilakukan secara konsisten. Biasanya di dalam ilmu tasawuf disebut dengan istiqamah yang biasanya dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Hikmah itu bukanlah hanya dari ilmu yang kita pelajari dari buku-buku dan bukan pula peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sisi lain, jika berbicara mengenai hikmah, maka kita akan bisa melihat mengenai pemikiran mengenai keadilan, kearifan, serta tentang kebaikan dalam ajaran agama, ajaran moral, serta akal yang justru bersumber dari Alquran.
Pada hakikatnya hubungan manusia dengan manusia adalah hubungan kemitraan. Dari sini dapat dimengerti mengapa ayat-ayat Al-Quran menggambarkan hikmah yang berhubungan dengan kehidupan akal, keadilan, keilmuan, pemikiran dan kebaikan sebagai hubungan saling menyempurnakan yang tidak dapat terpenuhi kecuali atas dasar kebijaksanaan.
Di dalam kitab-kitab tafsir, kata-kata hikmah terkadang didefinisikan dengan makna Al-Quran, terkadang dengan makna As-Sunnah atau kenabian. Karena itulah diriwayatkan dalam beberapa hadis tentang doa Rasulullah kepada Abdullah bin Anas yang berbunyi, “Semoga Allah mengajarkan hikmah kepadanya dan paham dalam Agama."
Maksudnya adalah paham terhadap Alquran dan As-Sunnah serta mengamalkan keduanya, seperti yang ditegaskan oleh mayoritas Tabiin dan dikuatkan oleh Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah dengan ucapannya. Adapun hikmah dalam Alquran, maka maksudnya adalah mengenai kebenaran dan mengamalkannya.
Komentar
Posting Komentar