TIRAKAT DALAM ISLAM
Di Indonesia banyak sekali raga budaya yang mungkin asing bagi sebagian lainnya. Tirakat dalam islam yang biasa dilakukan seperti puasa ngerowt, mutih, ngebleg dan patigeni. Tidak hanya agama islam, ternyata setiap agama memiliki cara untuk tirakat sesuai kepercayaan yang dianut. Misalnya agama islam memiliki cara untuk tirakat seperti puasa, berdzikir dll. Ada pula kepercayaan yang melakukan hal seperti semedhi, menjalankan ritual dll. Ini menunjukkan bahwa setiap agama mengajarkan adanya laku tirakat, laku olah batin agar kita mendapat restu dari Tuhan Semesta Alam sehingga apa yang kita cita citakan seperti mencari ilmu, jalan usaha, proses kehidupan di dunia dan lain lainnya menjadi mudah untuk dicapai. Lalu bagaimana tirakat dalam islam?
Secara bahasa, tirakat berasal dari kata thariqah yang berarti suatu jalan. Sedangkan secara istilah, tirakat adalah sebuah usaha yang dilakukan seorang Muslim dengan amalan tertentu untuk menuju jalan Allah Swt. Dalam versi lain, tirakat disamakan dengan taroka yang berarti meninggalkan. Seseorang yang menjalani tirakat berarti siap meninggalkan sesuatu yang bersifat duniawi yang semata-mata untuk menggapai tujuan ukhrawi.
Banyak dari para ulama terdahulu yang sudah melakukan tirakat. Biasanya irakat diteruskan kepada yang lainnya melalui jalur ijazah. Mengutip buku Nasihat-Nasihat Hikmah Para Sesepuh Nusantara, tirakat adalah sebuah jalan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki. Seorang Muslim yang menempuh jalan tirakat rela meninggalkan gemerlap dunia untuk mencapai tujuan akhirat yang kekal.
Sebenarnya tirakat sudah biasa dijalankan dari zaman nabi SAW. Para sahabat pada zaman itu biasa melakukan puasa pada siang hari dan bermunajat kepada Allah pada malam harinya, mengurangi porsi makan, porsi tidur, dan mengekang hawa nafsu untuk mencapai ridho Allah.

Komentar
Posting Komentar