RIYA’ PERUSAK AMAL KEBAIKAN
Banyak sekalia amal buruk yang ada disekitar kita yang tentu saja merusak amal yang telah kita lakukan. Slah satunya adalah Riya’ yang dengan sadar dan tidak sadar sering kali dilakukan. Riya’merupakan salah satu sifat munafik yang tidak seharusnya ada dalam jiwa umay muslim yang mengerjakan sesuatu dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun.
Pengertian riya’ sendiri adalah memperlihatkan diri kepada orang lain agar ucapan, tingkah laku, atau yang lainnya dipuji oleh oranglain. Riya berasal dari bahasa Arab ra'a-yara-ruyan-wa ru'yatan yang artinya melihat. Riya juga dapat diartikan sebagai sikap ingin dipuji atau disanjung orang lain atas perbuatan yang telah dilakukan. Orang yang berbuat riya termasuk golongan orang yang celaka. Namun acapkali tanpa sadar banyak orang yang melakoninya, sperti bekerja keras dan mendapatkan peringkat dan dipuji yang lain atau banyak missal yang lain. Padahal orang yang riya’tidak akan mendapat apapun daria apa yang telah mereka kerjakan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 264 berikut ini:
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." (QS. Al Baqarah: 264)
Riya’dapat dihinfdari dengan meluruskan niat, mendekatkan diri kepada Allah, senantiasa mengingat Allah dan meyakini bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pemberi balasan. Semoga kita semua dijauhkan dari Riya’ dan senantiasa di dekatkan kepada Allah. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar