DOA DULU, DOA LAGI, DOA TERUS
Berdoa merupakan ibadah menyeru kepada sang kholik, sang maha pencipta tanpa harus bermodalkan apapun, cukup mengangkat kedua tangan dan memintakan hajat atau keinginan, sungguh mudah bukan? Tapi acapkali kita sebagai manusia melupakan tentang pentingnya eksistensi doa dalam kehidupan keseharian. Tak hanya menurut islam, para ahli kesehatan juga menuturkan berdoa dapat membantu menenangkan jiwa dan memberi energy positif kepada orang yang berdoa. Sebaga sang pencipta tidak mungkin Allah SWT mempersulit hambanya yang ingin berkounikasi padanya. Allah senantiasa menunggu hambanyakapanpun dimanapun tempatnya untuk senantiasa berdoa, bahkan mungkin banyak sekali kegiatan yang semenjak kita kecil sudah diajarkan berdoa sebelum memulainya misalnya, ketika hendak makan, tidur, atau bahkan sekedar hanya bercermin dan masih banyak kbiasaaan sehari-hari yang dimulai dengan doa.
Seperti yang telah disebutkan dalam salah satu ayat al qur’an masalah didengar atau dikabulkannya doa itu keputusan Allah sendiri, firman Allah dalam QS. Al-Baqoroh :186 yang artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Allah pasti memberikan terbaik kepada hambanya yang mau meminta kepadanya. Tidak terjadi bukan artinya tidak terkabulkan, bisa jadi apa yang kita minta bukan yang terbaik atau yang tepat untuk saat ini. Tidak ada doa yang sia-sia, cepat lambatnya doa tersebut terkabul. Allah SWT pasti memiliki rencana yang lebih baik dari apa yang telah kita rencanakan. Nabi Muhammad pernah bersabda: Tidaklah seorang muslim yang memanjatkan doa kepada Allah Swt. selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturrahim, kecuali Allah Swt. akan memberikannya tiga hal; (1) Doanya cepat dikabulkan, (2) Allah Akan menjidakan doanya sebagai simpanan di hari kiamat kelak, (3) Allah Swt. akan menjauhkannya dari keburukan yang sepadan. (HR. Ahmad, no. 11149, Maktabah Syamilah). Jazakumullah Khoiron..

Komentar
Posting Komentar